Ditampilkan dengan gaya sederhana namun menyampaikan pesan besar tentang budaya korupsi yang sekarang meraja lela Bangsa Negara Indonesia bagaikan gurita yang melilit kapal tua tapa ampun.
Santri di tanamkan untuk melawan dan mengikis potensi-potensi negatif yang ada pada dirinya. Siswa melawan dirinya untuk menjauhkan diri dari perkara dosa berupa korupsi. Sifat-sifat membela kebenaran dan menentang keburukkan dalam amar ma'ruf nahi munkar di tanamkan sejak dini, sejak dari masa sekolah.
Dengan pesan-pesan kecil yang disampaikan oleh santri-santri yang lugu di Lapangan Sepak Bola Kab. Kep. Anambas ini diharapkan akan memberikan kesan akan bahaya korupsi bagi bangsa dan negara khususnya bagi masyarakat Kab. Kep. Anambas. Karena perkara korupsi dapat menghilangkan keadilan masyarakat, uang akan beredar pada kelompok masyarakat tertentu saja. Dan dana milik masyarakat akan terkikis dan hanya "ampas"nya saja yang tersampaikan kepada masyarakat. Masyarakat hanya memperoleh dana-dana kecil yang sebagian besarnya telah di korupsi oleh para pejabat.
Anambas, Rabu 14 Nopember 2012. Menyambut 1 Muharam 1433H santri Khaira Ummah meramaikan pawai keliling yang diselenggarakan Panitia Peringatan Hari Besar Kementrian Agama Kabupaten Kepulauan Anambas.